Lihat Semua

Kalkulator HPP Minuman

Es kopi susu, boba, jus, atau teh kekinian — berapa sebenarnya biaya per cup-nya? Kalkulator ini menghitung HPP minuman per cup termasuk bahan, cup dan tutup, sedotan, es, tenaga kerja, listrik/gas, waste, dan overhead, lalu memberi saran harga jual di beberapa tingkat margin.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.

Mulai dari preset

Preset adalah contoh untuk memulai. Sesuaikan dengan biaya dan kondisi bisnis Anda.

A. Bahan per satu produksi

Samakan satuan "jumlah dipakai" dengan satuan "isi kemasan" pada tiap bahan (misalnya sama-sama ml atau gram).

Bahan 1

Rp

Harga 1 kemasan yang Anda beli.

Dalam satuan yang sama dengan jumlah dipakai.

B. Kemasan per cup

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Isi jika memakai es batu/kristal kemasan.

Rp

Overhead lain yang dibebankan per cup.

C. Biaya per produksi

cup
%

Bahan tumpah/tersisa; umumnya 5–10%.

Rp

Tetap isi nilai waktu Anda meski membuat sendiri.

Rp
Rp
Rp
Simpan Skenario— simpan beberapa versi hitungan di perangkat ini

Skenario hanya tersimpan di perangkat ini (maksimal 10) dan tidak pernah dikirim ke server.

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu HPP minuman?

HPP (Harga Pokok Produksi) minuman adalah total biaya untuk menghasilkan satu cup siap jual. Yang sering dihitung hanya bahan utamanya — kopi, susu, gula — padahal cup, tutup, sedotan, seal, es batu, listrik, dan tenaga kerja juga uang keluar. Pada minuman dengan harga jual Rp15.000–25.000, komponen "kecil" ini bisa menyumbang 20–30% dari HPP.

Tanpa HPP yang akurat, margin yang Anda kira 60% bisa jadi kenyataannya hanya 40%.

Kapan kalkulator ini berguna?

  • Menyusun menu baru dan menentukan harga jual awal.
  • Mengevaluasi menu lama saat harga bahan naik.
  • Membandingkan HPP antar varian (regular vs large, dingin vs panas).
  • Menyiapkan struktur biaya sebelum masuk aplikasi delivery yang memotong komisi.

Cara menggunakan

  • Isi daftar bahan satu resep produksi: jumlah yang dipakai, isi kemasan yang dibeli, dan harga kemasannya. Pastikan satuan jumlah dipakai sama dengan satuan isi kemasan (misalnya sama-sama ml atau gram).
  • Isi jumlah cup yang dihasilkan dari satu kali produksi tersebut.
  • Isi biaya kemasan per cup: cup, tutup, sedotan, seal/stiker, dan es bila memakai es batu kemasan.
  • Isi biaya per produksi: tenaga kerja, listrik/gas, dan biaya lain.
  • Isi persentase waste untuk bahan yang tumpah, tersisa, atau kedaluwarsa.
  • Tekan Hitung Sekarang untuk melihat HPP per cup dan saran harga di margin 30–60%.

Rumus yang digunakan

Biaya tiap bahan = (jumlah dipakai ÷ isi kemasan) × harga kemasan. Biaya waste = subtotal bahan × persen waste.

Total biaya produksi = subtotal bahan + waste + biaya per produksi (tenaga kerja, listrik/gas, lainnya) + (biaya kemasan per cup × jumlah cup).

HPP per cup = total biaya produksi ÷ jumlah cup. Saran harga pada margin M = HPP ÷ (1 − M), dibulatkan ke atas ke Rp500 terdekat.

Contoh perhitungan

Satu produksi 10 cup es kopi susu: kopi 200 g dari kemasan 1 kg Rp100.000 (Rp20.000), susu UHT 2 liter Rp36.000, gula aren cair 500 ml dari botol 1 liter Rp40.000 (Rp20.000). Subtotal bahan Rp76.000, waste 5% = Rp3.800.

Kemasan per cup: cup Rp800 + tutup Rp300 + sedotan Rp200 + seal Rp200 + es Rp500 = Rp2.000 → Rp20.000 untuk 10 cup. Tenaga kerja Rp20.000 dan listrik Rp4.000. Total Rp123.800 → HPP Rp12.380 per cup. Untuk margin 50%, harga jualnya minimal Rp25.000.

Faktor yang perlu diperhatikan

Waste minuman nyata adanya: susu sisa steaming, es mencair, salah takar. Mulai dari 5% lalu sesuaikan dengan kondisi dapur Anda. Jika berjualan lewat aplikasi delivery, HPP ini belum termasuk komisi platform — lanjutkan ke Kalkulator Harga Jual Delivery agar harga di aplikasi tetap menguntungkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.