KalkulatorkuLihat Semua

Kalkulator HPP Makanan

Banyak usaha kuliner menetapkan harga dari 'harga tetangga' tanpa tahu HPP-nya sendiri — lalu heran kenapa ramai tapi uangnya tidak ada. Kalkulator ini menghitung HPP per porsi secara lengkap: bahan baku per takaran pakai, kemasan, gas/listrik, tenaga kerja, waste, dan overhead, lalu memberi saran harga jual pada margin 30–60%.

A. Bahan baku

Biaya bahan dihitung otomatis: (jumlah dipakai ÷ isi kemasan) × harga kemasan.

Bahan 1

Rp

Harga 1 kemasan yang Anda beli.

Dalam satuan yang sama dengan jumlah dipakai.

Bahan 2

Rp

Harga 1 kemasan yang Anda beli.

Dalam satuan yang sama dengan jumlah dipakai.

B. Biaya per produksi

Rp

Box, cup, sendok, tisu — per satu porsi.

Rp
Rp
Rp
%

Perkiraan bahan terbuang; umumnya 5–10%.

porsi

C. Overhead (opsional)

Overhead dihitung per
Rp

Porsi biaya sewa/peralatan yang dialokasikan ke batch ini.

Apa itu HPP makanan?

HPP (Harga Pokok Penjualan) makanan adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu porsi siap jual. Bukan hanya bahan utama: HPP yang benar memasukkan bumbu, minyak, kemasan, gas/listrik, tenaga kerja produksi, susut bahan (waste), dan overhead.

Kesalahan paling umum adalah menghitung bahan dari harga kemasan penuh, padahal yang dipakai hanya sebagian. Kalkulator ini menghitung biaya bahan dari takaran yang benar-benar dipakai: (jumlah dipakai ÷ isi kemasan) × harga kemasan.

Kapan kalkulator ini digunakan?

  • Saat membuat menu baru dan perlu menentukan harga jualnya.
  • Saat harga bahan naik dan Anda perlu mengecek apakah harga jual lama masih sehat.
  • Sebelum masuk aplikasi delivery — HPP yang akurat adalah dasar menghitung harga setelah komisi.
  • Saat mengevaluasi menu mana yang paling menguntungkan.

Cara menggunakan

  • Masukkan setiap bahan: nama, jumlah yang dipakai untuk satu kali produksi, satuan, harga beli kemasan, dan isi kemasan (dalam satuan yang sama dengan jumlah dipakai).
  • Isi biaya per produksi: gas/listrik, tenaga kerja, dan biaya lain untuk satu batch masakan.
  • Isi persentase waste/susut bahan — bahan terbuang saat menyiangi, gagal, atau tumpah (umumnya 2–10%).
  • Isi biaya kemasan per porsi dan jumlah porsi yang dihasilkan satu kali produksi.
  • Opsional: tambahkan overhead per porsi atau per produksi (porsi sewa dapur, penyusutan alat, dsb.).
  • Tekan Hitung Sekarang untuk melihat HPP per porsi, komposisi biaya, dan saran harga jual.

Rumus yang digunakan

Biaya tiap bahan = (jumlah dipakai ÷ isi kemasan) × harga kemasan.

Biaya waste = subtotal bahan × % waste.

Total biaya produksi = subtotal bahan + waste + gas/listrik + tenaga kerja + biaya lain + overhead.

HPP per porsi = (total biaya produksi ÷ jumlah porsi) + kemasan per porsi.

Saran harga jual = HPP ÷ (1 − target margin). Contoh margin 50%: harga = HPP ÷ 0,5 = 2 × HPP.

Contoh perhitungan

Bu Nia memproduksi 10 porsi ayam geprek per batch. Bahan: ayam 1 kg (Rp38.000/kg) = Rp38.000; tepung 500 g dari kemasan 1 kg Rp12.000 = Rp6.000; minyak 250 ml dari 1 liter Rp20.000 = Rp5.000. Subtotal bahan Rp49.000. Waste 5% = Rp2.450. Gas Rp4.000, tenaga kerja Rp10.000. Kemasan Rp1.500 per porsi.

Total biaya produksi = 49.000 + 2.450 + 4.000 + 10.000 = Rp65.450. HPP per porsi = 65.450 ÷ 10 + 1.500 = Rp8.045. Dengan margin 50%, saran harga jual = 8.045 ÷ 0,5 ≈ Rp16.100 — bisa dibulatkan menjadi Rp16.500 atau Rp17.000.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa persen waste yang wajar untuk usaha kuliner?

Umumnya 2–10% tergantung jenis bahan dan proses. Sayuran segar dan protein yang perlu disiangi cenderung tinggi; bahan kering seperti tepung dan gula rendah. Kalau belum punya data, mulai dari 5% lalu koreksi setelah beberapa kali produksi.

Haruskah tenaga kerja saya sendiri dihitung?

Sebaiknya ya, meskipun nominal kecil. Jika tenaga Anda tidak dihitung, HPP terlihat murah dan harga jual jadi terlalu rendah — usaha 'untung' di atas kertas tapi Anda bekerja gratis dan tidak bisa menggaji orang lain saat mau berkembang.

Apa bedanya HPP dengan food cost?

HPP adalah nilai rupiah biaya per porsi. Food cost adalah persentase biaya bahan terhadap harga jual. Keduanya berhubungan: setelah tahu HPP dan menentukan harga jual, Anda bisa mengecek food cost untuk membandingkan dengan patokan umum industri.

Margin berapa persen yang sebaiknya saya pakai?

Usaha kuliner umumnya sehat di margin kotor 40–60% dari harga jual, tergantung segmen dan biaya operasional di luar produksi (sewa, karyawan, komisi aplikasi). Semakin besar biaya di luar produksi, semakin besar margin yang dibutuhkan agar laba bersih tetap ada.

Isi kemasan bahan saya satuannya beda dengan takaran pakai, bagaimana?

Samakan dulu satuannya. Contoh: minyak dipakai 250 ml dari kemasan 1 liter — tulis isi kemasan 1000 (ml). Ayam dipakai 500 gram dari kemasan 1 kg — tulis isi kemasan 1000 (gram). Yang penting jumlah dipakai dan isi kemasan memakai satuan yang sama.

Disclaimer

Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.