Lihat Semua

Kalkulator Modal Usaha

Usaha sering macet bukan karena idenya buruk, tapi karena modal habis lebih cepat dari perkiraan. Kalkulator ini membantu Anda merinci biaya awal dan modal kerja secara terpisah, sehingga terlihat total modal yang benar-benar dibutuhkan — termasuk saran dana cadangan.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.

Mulai dari preset

Preset adalah contoh untuk memulai. Sesuaikan dengan biaya dan kondisi bisnis Anda.

A. Biaya awal (sekali bayar)

Rp

Mesin, kompor, etalase, laptop, dsb.

Rp
Rp

NIB, sertifikasi halal, PIRT, dsb.

Rp

Logo, banner, cetak kemasan pertama.

Rp

B. Modal kerja (operasional bulan-bulan pertama)

Rp
Rp

Sewa tempat untuk periode awal.

Rp
Rp

Listrik, air, internet.

Rp
Rp

Dana darurat untuk bulan-bulan sepi.

Rp

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu modal usaha?

Modal usaha terdiri dari dua bagian yang sering tercampur: biaya awal (one-time) dan modal kerja. Biaya awal adalah pengeluaran sekali di depan — peralatan, renovasi, perizinan, dan branding. Modal kerja adalah dana untuk menjalankan operasional beberapa waktu pertama — stok awal, sewa, gaji, utilitas, dan marketing — sebelum pemasukan usaha stabil.

Memisahkan keduanya penting: biaya awal bisa ditekan dengan membeli bekas atau menyicil, sedangkan modal kerja tidak boleh terlalu tipis karena itulah napas usaha di bulan-bulan pertama.

Kapan kalkulator ini digunakan?

  • Saat merencanakan usaha baru dan ingin tahu total dana yang harus disiapkan.
  • Saat menyusun proposal pinjaman modal atau mengajukan dana ke keluarga/investor.
  • Saat membuka cabang atau menambah lini produk baru.
  • Saat mengevaluasi apakah tabungan Anda sudah cukup untuk memulai.

Cara menggunakan

  • Isi komponen biaya awal: peralatan, renovasi/dekorasi, perizinan, branding/kemasan awal, dan lain-lain. Kosongkan yang tidak relevan.
  • Isi komponen modal kerja: stok awal, sewa, gaji, utilitas, marketing, dana cadangan, dan lain-lain. Untuk sewa dan gaji, isi kebutuhan beberapa bulan pertama sampai usaha diperkirakan mandiri.
  • Tekan Hitung Sekarang untuk melihat total modal, komposisi per kategori, dan apakah dana cadangan Anda sudah memadai.

Cara perhitungan

Total biaya awal = peralatan + renovasi + perizinan + branding + lain-lain.

Total modal kerja = stok awal + sewa + gaji + utilitas + marketing + dana cadangan + lain-lain.

Total modal usaha = total biaya awal + total modal kerja.

Sebagai panduan estimasi (bukan aturan baku), dana cadangan yang disarankan sekitar 10–20% dari modal kerja, untuk menutup kebutuhan tak terduga seperti kenaikan harga bahan atau penjualan yang lebih lambat dari rencana.

Contoh perhitungan

Wulan ingin membuka usaha frozen food rumahan. Biaya awal: freezer dan sealer Rp5.000.000, kemasan dan label awal Rp1.000.000. Modal kerja: stok bahan Rp3.000.000, listrik 3 bulan Rp600.000, marketing awal Rp900.000.

Total biaya awal = Rp6.000.000, modal kerja (tanpa cadangan) = Rp4.500.000. Saran dana cadangan 10–20% = Rp450.000–Rp900.000. Dengan cadangan Rp500.000, total modal yang perlu Wulan siapkan sekitar Rp11.000.000 — bukan Rp6 juta seperti perkiraan awalnya yang hanya menghitung peralatan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.