Lihat Semua

Kalkulator Harga Jual

Banyak seller memasang harga hanya dari 'modal + kira-kira untung', lalu kaget saat saldo pencairan lebih kecil dari hitungan. Kalkulator ini membantu Anda menentukan harga jual minimum dan harga rekomendasi setelah memperhitungkan modal produk, packaging, biaya admin marketplace, iklan, diskon yang Anda tanggung, dan target laba.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.

Mulai dari preset

Preset adalah contoh untuk memulai. Sesuaikan dengan biaya dan kondisi bisnis Anda.

Rp

Harga beli dari supplier atau biaya produksi.

Rp
Rp

Contoh: bubble wrap, label, biaya lain per unit.

Rp

Total biaya iklan ÷ jumlah pesanan dari iklan.

%

Cek persentase sesuai kategori & program toko Anda.

%
Metode target keuntungan
Rp
Pembulatan harga rekomendasi

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu kalkulator harga jual?

Kalkulator harga jual adalah alat bantu untuk mencari harga minimum yang harus Anda pasang agar seluruh biaya tertutup dan target laba tetap tercapai. Perbedaannya dengan menghitung manual: kalkulator ini memperhitungkan biaya yang dipotong dalam bentuk persentase dari harga jual — seperti biaya admin marketplace dan diskon yang ditanggung penjual — yang sering membuat hitungan 'modal + untung' meleset.

Logikanya sederhana: jika admin marketplace memotong 8% dan Anda menanggung diskon 5%, maka dari setiap Rp100.000 penjualan, hanya Rp87.000 yang benar-benar Anda terima. Karena itu harga jual tidak bisa dihitung dengan menambahkan persentase ke modal, melainkan harus dibagi dengan porsi bersih yang Anda terima.

Kapan kalkulator ini digunakan?

  • Saat menentukan harga produk baru sebelum diunggah ke Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, atau Lazada.
  • Saat biaya admin marketplace naik dan Anda perlu mengecek apakah harga lama masih menguntungkan.
  • Sebelum ikut kampanye diskon atau gratis ongkir yang sebagian biayanya ditanggung penjual.
  • Saat mulai memasang iklan dan ingin tahu berapa biaya iklan per pesanan yang masih masuk akal.

Cara menggunakan

  • Isi modal produk per unit — harga beli dari supplier atau biaya produksi.
  • Tambahkan biaya packaging dan biaya tambahan lain per unit bila ada.
  • Isi persentase biaya admin marketplace sesuai kategori dan program toko Anda.
  • Isi perkiraan biaya iklan per pesanan bila Anda beriklan (total biaya iklan dibagi jumlah pesanan dari iklan).
  • Isi diskon yang Anda tanggung sebagai penjual, bila ada.
  • Pilih target: laba nominal per unit (misalnya Rp5.000) atau margin bersih (misalnya 20%).
  • Tekan Hitung Sekarang. Hasil menampilkan harga minimum, harga rekomendasi setelah pembulatan, estimasi laba, dan rincian potongan.

Rumus yang digunakan

Total biaya per unit = modal produk + packaging + biaya tambahan + biaya iklan per pesanan.

Jika target laba nominal: Harga jual minimum = (total biaya per unit + target laba) ÷ (1 − % admin − % diskon).

Jika target margin bersih: Harga jual minimum = total biaya per unit ÷ (1 − % admin − % diskon − % target margin).

Semua persentase diubah ke desimal saat menghitung (8% = 0,08). Jika jumlah seluruh persentase mencapai 100% atau lebih, tidak ada harga yang bisa menutup biaya — kalkulator akan menampilkan pesan error, bukan angka yang menyesatkan.

Contoh perhitungan

Rina menjual case HP. Modal Rp20.000, packaging Rp2.000, biaya iklan rata-rata Rp1.000 per pesanan, biaya admin marketplace 8%, dan ia ingin laba bersih Rp5.000 per unit.

Total biaya per unit = 20.000 + 2.000 + 1.000 = Rp23.000. Harga minimum = (23.000 + 5.000) ÷ (1 − 0,08) = 28.000 ÷ 0,92 = Rp30.435. Dengan pembulatan ke Rp500 terdekat ke atas, harga rekomendasi menjadi Rp30.500. Pada harga ini, setelah potongan admin Rp2.440, laba bersih Rina sekitar Rp5.060 per unit — sedikit di atas target.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.