Lihat Semua

Cara Membuat Proyeksi Arus Kas 30 Hari untuk UMKM

Ditulis oleh Tim Editorial Kalkulatorku

Usaha bisa untung di atas kertas tapi kehabisan uang tunai di tengah bulan — laba dan kas adalah dua hal berbeda. Proyeksi arus kas 30 hari adalah alat paling sederhana untuk mendeteksi krisis kas sebelum terjadi. Begini cara membuatnya.

Praktikkan langsung: Kalkulator Arus Kas 30 Hari — gratis, hasil instan di perangkat Anda.Buka kalkulator →

Kenapa arus kas berbeda dengan laba

Laba menghitung pendapatan dikurangi biaya, tanpa peduli kapan uangnya benar-benar berpindah. Kas hanya peduli uang masuk dan keluar. Penjualan dengan pembayaran tempo 30 hari menambah laba hari ini, tetapi kasnya baru masuk bulan depan — sementara gaji dan sewa harus dibayar tunai sekarang.

Langkah menyusun proyeksi

  • Tentukan saldo kas awal: uang tunai + saldo rekening usaha hari ini.
  • Daftar semua pemasukan yang bisa diperkirakan beserta tanggalnya: perkiraan penjualan harian/mingguan, pembayaran invoice, pencairan marketplace.
  • Daftar semua pengeluaran beserta tanggal jatuh temponya: belanja stok, gaji, sewa, listrik, angsuran, prive.
  • Hitung saldo berjalan hari demi hari: saldo kemarin + masuk hari ini − keluar hari ini.
  • Tandai hari ketika saldo minus — itulah tanggal risiko kas Anda.

Membaca hasilnya

Tiga angka yang paling penting: saldo terendah (seberapa dalam titik kritisnya), tanggal risiko pertama (kapan masalah dimulai), dan saldo akhir (arah 30 hari ke depan). Saldo akhir positif tidak otomatis aman jika di tengah periode ada hari yang minus — tagihan tidak mau menunggu rata-rata bulanan.

Uji juga skenario pesimis: bagaimana jika pembayaran pelanggan telat seminggu, atau pengeluaran naik 10%? Proyeksi yang hanya lolos di skenario optimis adalah proyeksi yang rapuh.

Cara mengantisipasi tanggal risiko

  • Geser pengeluaran fleksibel (belanja stok, prive) ke setelah tanggal pemasukan terdekat.
  • Percepat pemasukan: tagih piutang lebih awal, beri insentif pembayaran cepat, dorong DP.
  • Negosiasikan tempo ke supplier atau cicil pembelian besar.
  • Siapkan dana talangan sebelum tanggalnya tiba — pinjaman mendadak selalu lebih mahal.
  • Perbarui proyeksi setiap ada transaksi besar baru; proyeksi hanya sebaik data terakhirnya.

Menemukan kekeliruan pada artikel ini? Sampaikan koreksi melalui email halo@kalkulatorku.com — kami meninjau setiap laporan.