Lihat Semua

Kalkulator Arus Kas 30 Hari

Usaha untung di atas kertas masih bisa kehabisan uang tunai di tengah bulan. Kalkulator ini memproyeksikan saldo kas Anda hari per hari selama 30 hari ke depan dari saldo awal dan daftar pemasukan-pengeluaran, lalu menandai tanggal ketika kas berisiko minus.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.
Rp

Uang tunai + saldo rekening usaha saat ini.

Proyeksi mencakup 30 hari sejak tanggal ini.

Daftar transaksi (dalam 30 hari)

Baris contoh di bawah bisa diubah atau dihapus. Beberapa transaksi boleh memiliki tanggal yang sama.

Simpan Skenario— simpan beberapa versi hitungan di perangkat ini

Skenario hanya tersimpan di perangkat ini (maksimal 10) dan tidak pernah dikirim ke server.

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu proyeksi arus kas 30 hari?

Proyeksi arus kas adalah simulasi sederhana: dimulai dari saldo kas hari ini, setiap pemasukan menambah saldo dan setiap pengeluaran menguranginya, hari demi hari selama 30 hari. Hasilnya tabel harian yang memperlihatkan kapan kas menumpuk, kapan menipis, dan — yang paling penting — apakah ada hari ketika saldo jatuh di bawah nol.

Ini bukan aplikasi akuntansi dan bukan prediksi pasti; ini proyeksi berdasarkan transaksi yang Anda masukkan, sebagai alat deteksi dini masalah likuiditas.

Kapan kalkulator ini berguna?

  • Awal bulan: memetakan tanggal gajian karyawan, jatuh tempo sewa, dan pembayaran supplier terhadap perkiraan pemasukan.
  • Sebelum belanja stok besar: apakah kas cukup sampai pemasukan berikutnya masuk?
  • Saat menunggu pembayaran invoice: seberapa lama kas bertahan jika pembayaran telat?
  • Merencanakan kapan boleh mengambil prive (uang pribadi pemilik) dengan aman.

Cara menggunakan

  • Isi saldo kas awal dan tanggal mulai proyeksi (default hari ini).
  • Masukkan transaksi yang sudah pasti atau bisa diperkirakan: pilih tanggal, jenis (pemasukan/pengeluaran), keterangan, dan nominal.
  • Gunakan contoh data yang tersedia sebagai panduan, lalu hapus dan ganti dengan data Anda.
  • Tekan Hitung Sekarang untuk melihat saldo akhir, saldo terendah, tanggal risiko pertama, dan tabel 30 hari.
  • Baris bertanda "Minus" adalah hari-hari saldo negatif yang perlu diantisipasi.

Rumus yang digunakan

Saldo hari ke-N = saldo hari sebelumnya + total pemasukan hari itu − total pengeluaran hari itu.

Beberapa transaksi pada tanggal yang sama otomatis dijumlahkan. Saldo terendah adalah titik paling kritis selama periode; tanggal risiko pertama adalah hari pertama saldo menjadi negatif.

Contoh perhitungan

Saldo awal Rp1.000.000 per 1 Juli. Pemasukan penjualan Rp500.000 (1 Juli) dan pembayaran invoice Rp1.500.000 (10 Juli). Pengeluaran: belanja stok Rp2.000.000 dan listrik Rp300.000 (keduanya 5 Juli), gaji Rp400.000 (30 Juli).

Proyeksinya: 5 Juli saldo jatuh ke minus Rp800.000 — inilah tanggal risiko pertama sekaligus saldo terendah — lalu pulih ke Rp700.000 pada 10 Juli dan berakhir Rp300.000. Kesimpulan praktisnya: belanja stok perlu digeser setelah tanggal 10, dinegosiasikan tempo, atau dicicil, karena kas tidak cukup di tanggal 5.

Faktor yang perlu diperhatikan

Proyeksi hanya sebaik data yang dimasukkan: jangan lupakan pengeluaran kecil rutin (bensin, kuota, jajan operasional) — gabungkan sebagai satu transaksi perkiraan bila perlu. Untuk pemasukan yang belum pasti, masukkan skenario pesimis agar proyeksi tidak terlalu optimis. Ulangi proyeksi setiap kali ada perubahan besar; kalkulator ini menyimpan input terakhir di perangkat Anda sehingga mudah diperbarui.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.