Lihat Semua

Kalkulator Harga Grosir

Pembeli grosir minta harga miring, tapi sampai batas mana diskon masih menguntungkan? Kalkulator ini menghitung laba, margin, dan status tiap tingkat harga grosir (retail, grosir kecil, grosir besar) sekaligus harga minimum agar target laba Anda tetap tercapai.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.
Rp
Rp
Rp

Packing, ongkir yang Anda tanggung, dsb.

%

Fee marketplace/pembayaran bila ada.

Dasar target keuntungan
Rp
Cara menentukan harga tier

Tier 1

pcs
%

Tier 2

pcs
%

Tier 3

pcs
%

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu kalkulator harga grosir?

Kalkulator harga grosir membantu seller menyusun tier harga bertingkat: semakin banyak pembelian, semakin murah harga per unitnya — tanpa membuat tier termurah justru merugikan. Setiap tier dihitung laba per unit, margin, dan statusnya (Aman, Margin Tipis, Di Bawah Target, atau Rugi) terhadap target laba atau margin minimum yang Anda tetapkan.

Logika dasar grosir: Anda menukar margin per unit dengan volume dan kepastian penjualan. Pertukaran itu sehat hanya jika harga terendah masih di atas titik aman.

Kapan kalkulator ini berguna?

  • Menyusun daftar harga grosir untuk reseller atau toko yang mengambil banyak.
  • Menjawab tawar-menawar pembeli besar: sampai angka berapa masih boleh turun?
  • Meninjau ulang tier lama setelah modal produk naik.
  • Menghitung nilai transaksi minimum tiap tier untuk syarat pembelian.

Cara menggunakan

  • Isi modal/biaya produk per unit dan harga jual retail normal.
  • Pilih dasar target: laba minimum per unit (Rp) atau margin minimum (%).
  • Opsional: isi biaya tambahan per unit dan biaya admin transaksi (%).
  • Pilih mode tier: diskon dari harga retail, atau harga custom per tier.
  • Isi tiap tier: nama, minimal pembelian, dan diskon/harga. Tambah atau hapus tier sesuai kebutuhan.
  • Tekan Hitung Sekarang dan periksa status tiap tier pada tabel hasil.

Rumus yang digunakan

Harga tier (mode diskon) = harga retail × (1 − persen diskon). Biaya admin tier = harga tier × persen admin.

Laba per unit = harga tier − modal − biaya tambahan − biaya admin. Margin = laba ÷ harga tier × 100%.

Harga minimum target = (modal + biaya tambahan + target laba) ÷ (1 − persen admin), atau untuk target margin = (modal + biaya tambahan) ÷ (1 − persen admin − persen margin).

Contoh perhitungan

Produk bermodal Rp20.000 dijual retail Rp35.000 dengan target laba minimum Rp5.000/unit. Tier grosir kecil (min. 10 pcs) diskon 20% → harga Rp28.000, laba Rp8.000: Aman. Tier grosir besar (min. 50 pcs) diskon 40% → harga Rp21.000, laba Rp1.000: Di Bawah Target. Tier diskon 50% → Rp17.500: Rugi Rp2.500 per unit.

Harga minimum agar target tercapai adalah Rp25.000 — artinya diskon maksimal yang aman dari retail sekitar 28%, bukan 40%. Pemilik bisa menahan tier besar di Rp25.000–26.000 atau menaikkan minimal pembeliannya sebagai kompensasi.

Faktor yang perlu diperhatikan

Pastikan jarak antar tier cukup berarti bagi pembeli (umumnya 5–15% antar tingkat) tetapi tetap di atas harga minimum target. Waspadai juga kanibalisasi: jika harga grosir bocor ke pembeli retail, margin utama Anda tergerus — banyak seller mensyaratkan minimal pembelian lebih tinggi atau kemasan berbeda untuk grosir.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.