Lihat Semua

Kalkulator Komisi Reseller

Mau merekrut reseller atau dropshipper tapi bingung menentukan komisinya? Kalkulator ini menghitung laba yang tersisa untuk Anda sebagai pemilik produk pada berbagai tingkat komisi, plus harga jual minimal agar target laba tetap tercapai.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.
Rp
Rp
Rp
%

Persentase fee dari harga jual, bila ada.

Rp

CS, materi promosi, dsb — dibagi per unit.

Rp

Isi untuk mendapat harga jual minimal.

Metode komisi
%

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu kalkulator komisi reseller?

Kalkulator komisi reseller membantu pemilik produk menyeimbangkan dua kepentingan: komisi harus cukup menarik agar reseller semangat menjual, tetapi laba pemilik tidak boleh habis tergerus. Kalkulator menghitung laba dan margin pemilik setelah modal, packaging, biaya admin, biaya operasional, dan komisi dipotong dari harga jual.

Tersedia dua metode komisi yang umum di Indonesia: persentase dari harga jual, atau nominal tetap per unit — keduanya bisa disimulasikan.

Kapan kalkulator ini berguna?

  • Menyusun skema komisi sebelum membuka program reseller/dropshipper.
  • Mengecek apakah permintaan kenaikan komisi dari reseller masih masuk akal.
  • Menentukan harga jual ke pelanggan yang menyisakan ruang komisi sehat.
  • Membandingkan dampak komisi 5%–25% terhadap laba lewat tabel simulasi.

Cara menggunakan

  • Isi harga jual ke pelanggan akhir serta modal dan packaging per unit.
  • Opsional: isi biaya admin pembayaran/marketplace (%) dan biaya operasional tambahan per unit.
  • Pilih metode komisi (persen atau nominal) dan isi nilainya.
  • Opsional: isi target laba pemilik per unit untuk mendapat harga jual minimal.
  • Tekan Hitung Sekarang, lalu lihat status laba Anda dan tabel simulasi komisi.

Rumus yang digunakan

Komisi = harga jual × persen komisi, atau nominal tetap per unit.

Laba pemilik = harga jual − modal − packaging − biaya admin − biaya operasional − komisi. Margin pemilik = laba ÷ harga jual × 100%.

Harga minimal target (komisi persen) = (biaya non-komisi + target laba) ÷ (1 − persen admin − persen komisi). Untuk komisi nominal = (biaya non-komisi + komisi + target laba) ÷ (1 − persen admin).

Contoh perhitungan

Produk skincare dijual Rp100.000 dengan modal Rp50.000, packaging Rp3.000, dan biaya admin pembayaran 2%. Komisi reseller 20% = Rp20.000.

Laba pemilik = 100.000 − 50.000 − 3.000 − 2.000 − 20.000 = Rp25.000 (margin 25%): sehat. Namun jika pemilik ingin laba Rp30.000/unit dengan komisi tetap 20%, harga jualnya perlu naik minimal ke sekitar Rp106.500. Dari tabel simulasi juga terlihat: komisi 25% masih menyisakan laba Rp20.000, tetapi komisi di atas itu mulai mengikis margin ke bawah 20%.

Faktor yang perlu diperhatikan

Komisi bukan satu-satunya biaya program reseller — materi promosi, pelatihan, dan dukungan CS juga memakan biaya; masukkan perkiraannya ke biaya operasional tambahan. Perhatikan pula konsistensi harga: jika reseller menjual di bawah harga resmi Anda, pelanggan langsung akan pindah ke reseller dan margin penjualan langsung Anda ikut tertekan. Banyak brand menetapkan harga jual minimum (HET) untuk mencegah perang harga antar reseller.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.