Lihat Semua

Kalkulator Kenaikan Harga

Harga bahan naik, tapi menaikkan harga jual selalu terasa berisiko. Kalkulator ini menghitung harga jual baru yang tepat — mempertahankan laba nominal, mempertahankan margin, atau mengejar margin baru — lengkap dengan pembulatan harga dan saran kalimat pengumuman ke pelanggan.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.
Rp
Rp
Rp
Rp

Komponen biaya baru yang sebelumnya tidak ada.

Strategi harga baru
Pembulatan harga

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu kalkulator kenaikan harga?

Saat modal naik, banyak pemilik usaha menaikkan harga dengan perasaan: "naikkan seribu-dua ribu lah". Masalahnya, kenaikan yang lebih kecil dari kenaikan biaya berarti margin Anda diam-diam menyusut. Kalkulator ini menghitung harga baru secara matematis dari tiga pilihan strategi: mempertahankan laba rupiah yang sama, mempertahankan persentase margin lama, atau menetapkan target margin baru.

Perbedaan strateginya nyata: mempertahankan laba nominal menghasilkan kenaikan paling kecil, sedangkan mempertahankan margin membuat laba rupiah Anda ikut tumbuh mengikuti biaya.

Kapan kalkulator ini berguna?

  • Harga bahan baku atau modal produk naik dari supplier.
  • Biaya operasional bertambah dan perlu dibebankan ke harga (masukkan sebagai biaya tambahan per unit).
  • Evaluasi harga tahunan agar margin tidak tergerus inflasi.
  • Menyiapkan pengumuman kenaikan harga yang komunikatif ke pelanggan.

Cara menggunakan

  • Isi harga jual saat ini, biaya/modal lama, dan biaya/modal baru per unit.
  • Opsional: isi biaya tambahan baru per unit bila ada komponen biaya yang sebelumnya tidak ada.
  • Pilih strategi: pertahankan laba nominal, pertahankan margin lama, atau target margin custom.
  • Pilih pembulatan harga: Rp100, Rp500, Rp1.000, atau Rp5.000.
  • Tekan Hitung Sekarang untuk melihat harga baru, besar kenaikan, dan perbandingan laba-margin sebelum vs sesudah.

Rumus yang digunakan

Laba lama = harga saat ini − biaya lama. Margin lama = laba lama ÷ harga saat ini × 100%.

Pertahankan laba nominal: harga baru = biaya baru + biaya tambahan + laba lama. Pertahankan margin: harga baru = (biaya baru + biaya tambahan) ÷ (1 − margin lama). Margin custom: harga baru = (biaya baru + biaya tambahan) ÷ (1 − target margin).

Harga akhir dibulatkan ke atas sesuai kelipatan yang dipilih agar target tidak terpotong.

Contoh perhitungan

Es kopi susu dijual Rp25.000 dengan biaya lama Rp15.000 (laba Rp10.000, margin 40%). Biaya bahan naik menjadi Rp18.000.

Jika mempertahankan laba nominal: harga baru Rp28.000 (naik 12%), tetapi margin turun ke 35,7%. Jika mempertahankan margin 40%: harga baru = 18.000 ÷ 0,6 = Rp30.000 (naik 20%) dengan laba naik ke Rp12.000. Pemilik bisa memilih jalan tengah — misalnya Rp29.000 — dengan sadar berapa margin yang dilepas, bukan menebak-nebak.

Faktor yang perlu diperhatikan

Perhatikan sensitivitas pelanggan: kenaikan sekali yang jelas alasannya biasanya lebih diterima daripada naik sedikit-sedikit berulang kali. Bandingkan juga dengan harga pesaing sebelum eksekusi. Umumkan lebih awal dengan kalimat yang jujur dan netral — kalkulator ini menyediakan contoh kalimat yang bisa Anda salin — dan pertimbangkan menahan harga untuk paket/bundling tertentu agar pelanggan sensitif harga tetap punya pilihan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.