Lihat Semua

Kalkulator Rasio Cicilan

Nominal cicilan yang sama bisa terasa ringan bagi satu orang dan berat bagi yang lain — pembedanya adalah penghasilan dan kebutuhan wajib. Kalkulator ini menghitung berapa persen penghasilan Anda yang terpakai untuk cicilan, dan yang lebih penting: berapa rupiah yang benar-benar tersisa setelah semua kewajiban.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.
Rp
Rp

Hanya yang cukup rutin, bukan pendapatan sesekali. Isi 0 bila tidak ada.

Rp

Belum tahu totalnya? Hitung dulu di Kalkulator Total Cicilan.

Rp

Makan, tempat tinggal, transportasi, utilitas.

Rp

Langganan, iuran, dan pengeluaran tetap lainnya. Isi 0 bila tidak ada.

Simpan Skenario— simpan beberapa versi hitungan di perangkat ini

Skenario hanya tersimpan di perangkat ini (maksimal 10) dan tidak pernah dikirim ke server.

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu rasio cicilan?

Rasio cicilan adalah perbandingan total cicilan bulanan terhadap total penghasilan bulanan, dinyatakan dalam persen. Materi literasi keuangan Indonesia — termasuk kanal edukasi resmi otoritas keuangan — sering menggunakan sekitar 30% penghasilan sebagai salah satu patokan cicilan. Ini rujukan edukasi, bukan batas mutlak, dan angkanya disimpan sebagai konfigurasi di kalkulator ini sehingga mudah ditinjau ulang.

Karena itu kalkulator ini tidak berhenti di rasio. Ia juga menghitung sisa uang aktual setelah cicilan dan kebutuhan wajib — karena rasio 25% dengan kebutuhan wajib besar bisa lebih menekan daripada rasio 35% dengan kebutuhan kecil.

Kapan kalkulator ini digunakan?

  • Sebelum mengambil cicilan baru: berapa rasio setelah cicilan itu masuk?
  • Saat merasa gaji 'numpang lewat' dan ingin tahu ke mana perginya.
  • Saat menyusun rencana pelunasan, untuk mengukur ruang dana tambahan yang realistis.
  • Evaluasi rutin bulanan bersama Kalkulator Total Cicilan.

Rumus yang digunakan

Total pendapatan = pendapatan utama + pendapatan tambahan rutin. Rasio cicilan = total cicilan ÷ total pendapatan × 100%. Sisa setelah cicilan = pendapatan − cicilan. Sisa setelah kewajiban = pendapatan − cicilan − kebutuhan wajib − pengeluaran tetap lain. Sisa per minggu memakai asumsi 1 bulan ≈ 4,33 minggu, dan sisa per hari = sisa per minggu ÷ 7 (konversi konsisten dari satu konstanta).

Indikasi tekanan cashflow dibentuk dari kombinasi rasio dan sisa uang aktual — berada di bawah ambang rasio tidak otomatis berarti longgar bila sisa uangnya tipis.

Contoh perhitungan

Penghasilan Raka Rp5.000.000 plus penghasilan tambahan Rp1.000.000. Cicilan total Rp1.500.000, kebutuhan wajib Rp2.500.000, langganan dan transport tetap Rp500.000. Rasio cicilan = 1,5 juta ÷ 6 juta = 25%. Sisa setelah semua kewajiban = Rp1.500.000, atau sekitar Rp346.000 per minggu.

Rasio 25% terlihat wajar, dan sisa Rp1,5 juta memberi ruang — tetapi ruang itu jugalah yang harus menutup kebutuhan tak terduga. Di sinilah dana darurat masuk sebagai langkah berikutnya.

Faktor yang perlu diperhatikan

  • Ambang rasio adalah patokan edukatif; kondisi tiap orang berbeda (tanggungan keluarga, penghasilan tidak tetap, musiman).
  • Masukkan hanya pendapatan tambahan yang cukup rutin — pendapatan sesekali membuat rasio tampak lebih ringan dari kenyataan.
  • Sisa uang minus berarti pengeluaran bulan berjalan lebih besar dari pendapatan berdasarkan angka yang dimasukkan — itu sinyal untuk meninjau anggaran dan prioritas, bukan vonis.
  • Jika kesulitan membayar cicilan, periksa kanal bantuan resmi penyedia layanan; hindari menambah utang baru hanya untuk menutup yang lama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan, dan bukan nasihat keuangan, hukum, kredit, perpajakan, atau layanan penanganan utang profesional. Seluruh perhitungan dilakukan di perangkat Anda dan keputusan akhir tetap di tangan Anda.