Lihat Semua

Kalkulator Dana Darurat

Dana darurat bukan soal langsung punya uang berbulan-bulan gaji — itu soal punya jarak antara Anda dan pinjaman mendadak saat ban bocor, HP rusak, atau anggota keluarga sakit. Kalkulator ini membantu menetapkan target yang masuk akal, melihat progres, dan memperkirakan kapan target tercapai dari setoran rutin sekecil apa pun.

Data hanya disimpan di browser ini. Nonaktifkan pada perangkat bersama.

Mulai dari preset

Preset hanya contoh awal. Tentukan target berdasarkan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Rp

Target bebas disesuaikan keadaan — mulai kecil tetap berarti.

Rp

Opsional — isi lalu pilih preset “1 bulan kebutuhan wajib” agar target mengikutinya. Tidak ada satu target yang berlaku untuk semua orang.

Rp
Rp
Rp

Mis. THR atau bonus yang langsung disisihkan. Isi 0 bila tidak ada.

Opsional — untuk estimasi tanggal tercapai.

Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026

Apa itu dana darurat?

Dana darurat adalah uang yang sengaja dipisahkan untuk kejadian tak terduga — bukan untuk belanja, bukan untuk investasi. Fungsinya sederhana: saat kejadian darurat datang, Anda membayar dari dana ini alih-alih berutang.

Target tidak harus langsung besar. Rp300–500 ribu pertama sudah bisa menghadang banyak 'darurat kecil' yang biasanya berakhir jadi cicilan baru. Setelah terbentuk, target bisa dinaikkan bertahap menuju satu bulan kebutuhan wajib, lalu lebih.

Kapan kalkulator ini digunakan?

  • Saat mulai membangun dana darurat pertama dari nol.
  • Saat ingin tahu kapan target tercapai dengan setoran mingguan atau bulanan tertentu.
  • Setelah menemukan penghematan dari Kalkulator Bocor Halus dan ingin mengalihkannya.
  • Saat mengevaluasi ulang target setelah kebutuhan bulanan berubah.

Rumus dan asumsi yang digunakan

Kekurangan = target − (saldo saat ini + dana ekstra). Progres = terkumpul ÷ target × 100%. Jumlah setoran = kekurangan ÷ setoran per periode, dibulatkan ke atas. Estimasi tanggal = tanggal mulai + jumlah periode: mingguan bertambah 7 hari, dua mingguan 14 hari, dan bulanan memakai bulan kalender sungguhan — setoran tiap tanggal 31 otomatis memakai hari terakhir bulan yang lebih pendek.

Versi ini menghitung tabungan murni tanpa asumsi bunga atau imbal hasil — dana darurat memang sebaiknya disimpan di tempat yang mudah dicairkan, bukan instrumen berisiko.

Contoh perhitungan

Nia menargetkan Rp1.000.000, sudah punya Rp200.000, dan sanggup menyetor Rp100.000 per minggu. Kekurangannya Rp800.000 → 8 kali setoran → sekitar 8 minggu, tercapai pertengahan September bila mulai pertengahan Juli.

Menambah Rp25.000 per minggu memangkas menjadi 7 minggu; Rp50.000 menjadi 6 minggu. Skenario kecil seperti ini yang membuat target terasa bisa digapai, bukan angan-angan.

Faktor yang perlu diperhatikan

  • Target dapat dan boleh disesuaikan dengan keadaan — target kecil yang tercapai lebih berharga daripada target besar yang membuat menyerah.
  • Simpan di tempat terpisah dari uang harian agar tidak terpakai tanpa sadar, tetapi tetap mudah dicairkan saat darurat.
  • Tetapkan definisi 'darurat' Anda sendiri sejak awal supaya dana tidak terpakai untuk diskon kilat.
  • Jika sedang melunasi utang berbunga tinggi, dana darurat kecil (Rp300–500 ribu) tetap berguna sebagai bantalan agar cicilan tidak bertambah saat kejadian tak terduga.

Pertanyaan yang sering diajukan

Disclaimer

Hasil merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan, dan bukan nasihat keuangan, hukum, kredit, perpajakan, atau layanan penanganan utang profesional. Seluruh perhitungan dilakukan di perangkat Anda dan keputusan akhir tetap di tangan Anda.