Kalkulator Target Penjualan
"Ingin untung Rp5 juta sebulan" baru menjadi rencana ketika diterjemahkan ke angka yang bisa dikerjakan: berapa unit harus terjual per bulan dan per hari. Kalkulator ini mengubah target laba atau omzet menjadi target penjualan harian yang konkret.
Modal + packaging + admin + biaya variabel lain per unit.
Sewa, gaji, langganan — agar target laba benar-benar bersih.
Terakhir ditinjau: 17 Juli 2026
Apa itu kalkulator target penjualan?
Kalkulator target penjualan menghitung mundur dari tujuan keuangan Anda: dimulai dari target laba bersih (atau target omzet) bulanan, dikurangi struktur biaya per unit dan biaya tetap, lalu menghasilkan jumlah unit yang harus terjual per bulan dan per hari.
Target harian inilah yang paling berguna dioperasionalkan — jadi patokan stok, jadwal live, budget iklan, dan evaluasi tiap malam: hari ini tercapai atau tidak.
Kapan kalkulator ini berguna?
- Menyusun target bulanan yang realistis, bukan sekadar angka semangat.
- Mengecek apakah target laba masuk akal dengan harga dan biaya saat ini.
- Menentukan kebutuhan stok dan kapasitas produksi.
- Memberi target harian yang jelas untuk tim atau diri sendiri.
Cara menggunakan
- Pilih jenis target: laba bersih bulanan atau omzet bulanan.
- Isi nominal targetnya.
- Isi harga jual per unit dan total biaya per unit (modal + packaging + admin + biaya variabel lain).
- Opsional: isi biaya tetap bulanan (sewa, gaji, langganan) agar target laba benar-benar bersih.
- Sesuaikan hari operasional, lalu tekan Hitung Sekarang.
Rumus yang digunakan
Laba per unit = harga jual per unit − total biaya per unit.
Target laba: unit dibutuhkan = (target laba + biaya tetap) ÷ laba per unit, dibulatkan ke atas. Target omzet: unit dibutuhkan = target omzet ÷ harga jual, dibulatkan ke atas.
Target harian = unit bulanan ÷ hari operasional, dibulatkan ke atas. Estimasi laba saat target tercapai = unit × laba per unit − biaya tetap.
Contoh perhitungan
Dodi menjual casing HP seharga Rp50.000 dengan total biaya Rp35.000 per unit (laba Rp15.000/unit) dan biaya tetap Rp1.000.000 per bulan. Targetnya laba bersih Rp5.000.000.
Unit dibutuhkan = (5.000.000 + 1.000.000) ÷ 15.000 = 400 unit per bulan, atau 14 unit per hari untuk 30 hari operasional. Omzet yang menyertainya Rp20.000.000. Jika 14 unit per hari terasa mustahil dengan traffic tokonya sekarang, Dodi tahu harus memilih: naikkan harga, turunkan biaya, tambah kanal penjualan, atau koreksi target.
Faktor yang perlu diperhatikan
Target berbasis omzet bisa menipu: omzet tercapai tetapi rugi jika laba per unit negatif — kalkulator ini akan memperingatkannya. Uji juga kewajaran target harian terhadap data historis: target yang 3–4 kali lipat penjualan rata-rata butuh rencana khusus (iklan, promo, produk baru), bukan sekadar harapan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Semua biaya yang muncul setiap satu unit terjual: modal produk, packaging, biaya admin marketplace, dan rata-rata biaya iklan per unit bila ada. Hitung detailnya di Kalkulator Harga Jual lalu pindahkan angkanya ke sini.
Karena Anda tidak bisa menjual setengah unit. Pembulatan ke atas memastikan target laba benar-benar tercapai atau terlampaui sedikit, bukan kurang sedikit.
BEP menghitung titik nol — jumlah unit agar tidak rugi. Kalkulator ini melangkah lebih jauh: jumlah unit agar target laba tertentu tercapai. BEP selalu lebih kecil dari target penjualan.
Kalikan target mingguan dengan jumlah minggu (misalnya 4,3) untuk mendapat target bulanan, atau isi hari operasional 7 dan baca hasil hariannya. Prinsip perhitungannya sama.
Kalkulator terkait
Kalkulator Harga Jual
Tentukan harga jual minimum dan rekomendasi setelah modal, biaya admin marketplace, iklan, diskon, dan target laba.
Kalkulator BEP Produk
Hitung berapa unit harus terjual agar modal produk kembali (titik impas).
Kalkulator Target Omzet
Ubah target laba menjadi target omzet bulanan dan harian yang realistis.
Kalkulator Untung Rugi
Cek apakah penjualan Anda benar-benar untung setelah semua biaya dipotong.
Disclaimer
Hasil dari Kalkulatorku merupakan estimasi berdasarkan data dan asumsi yang Anda masukkan. Hasil tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, akuntansi, perpajakan, atau bisnis profesional. Kondisi aktual dapat berbeda karena perubahan biaya bahan, komisi platform, pajak, promosi, retur, dan faktor operasional lainnya.